15 Pahala Memelihara Kucing yang Istimewa
Article originally taken from: https://dalamislam.com/akhlaq/pahala-memelihara-kucing
Kucing merupakan salah satu hewan
lucu dan termasuk dalam hewan yang istimewa di dalam Islam sebab merupakan
hewan peliharaan Nabi Muhammad SAW yang sangat disayangi. Banyak orang yang
masih merasa takut untuk memelihara kucing karena bisa berdampak buruk untuk
kesehatan. Akan tetapi, semua makhluk yang diciptakan Allah di muka bumi ini
tentunya mempunyai kegunaannya masing-masing seperti halnya dengan kucing.
Meskipun ada sisi negatif dari hewan lucu ini seperti mencuri ikan di atas meja
atau membuang kotoran, namun ternyata kucing juga memiliki keistimewaan dan
bagi orang yang memelihara kucing juga akan memperoleh pahala.
- Menjadi Timbangan Kebaikan Saat Kiamat
Seseorang yang memelihara kucing
ataupun binatang lainnya dalam jalan Allah dengan penuh Iman pada Allah dan
meyakini akan kebaikan yang diberikan Allah, maka kebaikan yang sudah diberikan
pada hewan tersebut, memberi makan hewan tersebut dan bahkan kotorannya, kelak
akan ditimbang sebagai kebaikan di hari kiamat.
- Melatih Sikap Empati
Dengan memelihara kucing, maka
akan menjadi latihan sifat empati pada seseorang dan anak kecil yang dalam masa
perkembangannya dikelilingi oleh kucing, maka ia juga akan menjadi anak
terlatih menjadi berempati dan penuh kasih sayang serta selalu memiliki pertimbangan
atas apa yang dilakukan yakni memberikan dampak baik atau dampak buruk.
- Mendapatkan Rahmat di Hari Kiamat
Seseorang yang menyayangi hewan
seperti kucing dan hewan lainnya termasuk hewan sembelihan sekalipun, maka akan
mendapatkan rahmat dari Allah SWT di hari kiamat nanti. “Barangsiapa
menyayangi meskipun terhadap hewan sembelihan, niscaya Allah akan merahmatinya
pada Hari Kiamat.” (HR. Bukhari)
- Mendapat Ampunan dan Ridha Allah
Dari Syeikh Dr.Muhammad Luqman
dalam syarahnya di kitab Adabul Mufrod menyebutkan jika setiap muslim memang
sudah dianjurkan untuk selalu berbuat baik pada semua hewan seperti kucing
supaya nantinya bisa mendapat ampunan dan juga ridha dari Allah Ta’ala.
- Merupakan Sedekah
Umat muslim sangat dianjurkan
untuk memelihara, memberi makan dan juga minum pada hewan seperti kucing
khususnya saat hewan tersebut sedang lapar dan haus sebab akan jadi berdosa
jika harus membuat hewan tersebut menderita. Dengan memelihara kucing tersebut,
maka sudah dijadikan sedekah bagi orang tersebut.
“Pada setiap sedekah terhadap
mahluk yang memiliki hati (jantung) yang basah (hidup) akan dapatkan pahala
kebaikan. Seorang muslim yang menanam tanaman atau tumbuh-tumbuh-an yang
kemudian dimakan oleh burung-burung, manusia, atau binatang, maka baginya sebagai
sedekah” (Bukhori, Muslim).
- Dosa Diampuni
Seorang muslim juga sangat
disarankan untuk menolong hewan khususnya pada hewan yang menderita termasuk
hewan najis seperti anjing. Ini membuat umat muslim tidak memiliki pengecualian
untuk menolong binatang seperti kucing dan hewan najis seperti anjing karena
tujuannya sangat mulia yakni tidak membiarkan hewan tersebut menderita. Dengan
memelihara kucing contohnya, maka perbuatan dosa orang yang menolong hewan
tersebut akan diampuni.
“Seorang wanita pelacur
melihat seekor anjing di atas sumur dan hampir mati karena kehausan. Lalu
wanita itu melepas sepatunya, diikatnya dengan kerudungnya dan diambilnya air
dari sumur (lalu diminumkan ke anjing itu). Dengan perbuatannya itu dosanya
diampuni”. (HR. Bukhari)
- Tidak Memiliki Banyak Kuman
Seperti yang kita ketahui, hewan
kucing tidak menyukai air. Apabila dilihat dari fakta, air merupakan wadah subur
bertumbuhnya kuman. Inilah yang menyebabkan seluruh permukaan tubuh kucing
tidak memiliki jenis kuman karena kucing merupakan hewan yang takut air. Ini
membuat kucing diperbolehkan dipelihara dalam Islam karena tidak memiliki kuman
di tubuhnya.
- Kucing Bukan Hewan Najis
Allah sendiri sudah meniadakan
najis pada kucing. Oleh karena itu meskipun kucing sudah memakan sesuatu yang
najis seperti bangkai dalam jumlah sedikit ataupun banyak, maka menurut
kemutraqan ucapan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah kucing tetap bukan
hewan yang najis.
- Melindungi Dari Gigitan Serangga Serta Tikus
Di abad ke-13, sebagai sebuah
manifestasi penghargaan masyarakat Islam, rupa kucing dibuat sebagai ukurian
cincin khalifah seperti patung, porselen dan bahkan sampai mata uang. Dalam
dunia sastra pun, para penyair tidak ragu untuk membuat syair pada kucing
peliharaanya yang sudah sangat berjasa untuk melindungi koleksi buku mereka
dari tikus dan juga sejenis serangga lainnya.
- Mempunyai Irama Serupa Dzikir Kalimah Allah
Seorang Sufi yang bernama Ibnu
Bashad hidup pada abad ke sepuluh menceritakan jika suatu hari ia dan sahabat –
sahabatnya sedang duduk di atas masjid kota Kairo sambil menyantap makan malam.
Saat kucing melewatinya, ibu Bashad memberikan sepotong daging pada kucing
tersebut, akan tetapi kucing tersebut kembali lagi dan Bashad memberikan potongan
daging kedua. Secara diam – diam, ibu Bashad mengikuti kucing tersebut sampai
sebuah rumah kumuh dan ia melihat kucing tersebut memberikan sepotong daging
tersebut pada kucing lain yang buta kedua matanya. kejadian tersebut menyentuh
hatinya sampai ia menjadi seorang sufi sampai meninggal di tahun 1067.
Selain itu, juga terdapat cerita
seorang sufi di Iraq bernama Shibli yang bermimpi jika segala dosanya terampuni
sesudah ia menyelamatkan kucing dari bahaya. Selain itu juga, kaum sufi juga
percaya jika dengkuran nafas kucing mempunyai irama yang serupa dengan szikir
kalimah Allah SWT.
Artikel terkait:
- Kegiatan Yang Disukai Allah SWT
Memelihara hewan peliharaan
khususnya kucing dengan cara merawat dan menyayangi kucing tersebut menjadi
tanggung jawab dan juga kewajiban kita sebagai majikan. Allah sendiri juga
sangat menyukai seseorang yang memiliki rasa kasih dan penyayang pada hewan
seperti kucing tersebut.
- Mendapat Ganjaran Baik dan Syurga
Seseorang yang memelihara kucing
juga akan mendapatkan pahala dari Allah berupa syurga sekaligus ganjaran yang
baik sebab berarti kita sudah menolong hewan yang sedang menderita karena haus
atau lapar tersebut.
- Air Liur Kucing Adalah Suci
Dalam beberapa hadits. Nabi juga
sudah menekankan jika air liur kucing tidaklah najis dan bahkan air bekas minum
kucing bisa digunakan untuk widhu sebab kucing dianggap sebagai hewan yang
suci. “Kucing itu tidak najis. Ia binatang yang suka berkeliling di
rumah (binatang rumahan),” (H.R At-Tirmidzi, An-Nasa’i, Abu Dawud, dan
Ibnu Majah).
- Perhiasan Rumah Tangga
Nabi SAW di saat pergi ke Bathhan
daerah di Madinah berkata, ““Ya Anas, tuangkan air wudhu untukku ke dalam
bejana.” Lalu, Anas menuangkan air. Ketika sudah selesai, Nabi menuju
bejana. Namun, seekor kucing datang dan menjilati bejana. Melihat itu, Nabi
berhenti sampai kucing tersebut berhenti minum lalu berwudhu.
Saat Nabi ditanya tentang
kejadian itu, maka Beliau menjawab, ““Ya Anas, kucing termasuk perhiasan
rumah tangga, ia tidak dikotori sesuatu, bahkan tidak ada najis.”
- Disayangi Penghuni Langit
Di dalam sebuah hadits yang sudah
diriwayatkan oleh Musli, Rasulullah SAW bersabda, “Orang yang penyayang
maka juga akan disayangi oleh Allah. Sayangilah makhluk Allah yang ada di muka
bumi, maka niscaya juga akan disayangi penghuni langit.
Larangan Menyiksa Kucing dan
Hewan
Berikut ini terdapat informasi
dimana Agama Islam melarang umatnya menyakiti hewan, antara lain:
- HR Bukhori
Jangan mengurung binatang hingga
mati.“Rasulullah SAW melarang mengurung (burung) hingga binatang itu mati.“ (HR.
Bukhori, Muslim). “Seorang wanita akan disiksa, karena kucingnya
dikurung sehingga mati, lalu dimasukkan orang itu kelak ke dalam neraka, karena
kucing itu tidak diberikan makan maupun minum, dan tidak dibiarkannya memakan
serangga”.
- QS 005: 002
Jangan mengganggu binatang. “Hai
orang-orang yang beriman, janganlah kamu melanggar syi’ar-syiar Allah, dan
jangan melanggar kehormatan bulan-bulan haram, jangan (mengganggu) binatang-
binatang dan juga binatang-binatang untuk qurban”
- HR Bukhori
Jangan membunuh binatang untuk
kesenangan .“Dosa-dosa yang paling besar yaitu: 1. Menyekutukan Allah dengan
sesuatu. 2. Membunuh yang bernyawa , kecuali yang dibenarkan menurut hukum
Islam”.
- QS, 006:038
“Datangnya agama membawa
rahmat bagi seluruh alam, termasuk di dalamnya binatang. Agama Islam melarang
kita memperlakukan binatang seenaknya, karena “Semua binatang adalah umat
seperti kita”
- Abu Dawud, hadits shahih
Dan ketika beliau melewati sarang
semut yang telah dibakar, beliau bersabda, “Sesungguhnya tidak ada yang
berhak menyiksa dengan api selain Rabb (Tuhan) pemilik api.”
- Shahih, HR al-Baihaqi
Diriwayatkan dari Abdullah bin
Abbas r.a, ia berkata, Rasulullah saw. pernah melintas pada seseorang yang
sedang meletakkan kakinya di atas badan hewan yang mau disembelih sementara ia
sedang mengasah pisaunya dan hewan itu sendiri melihat apa yang dilakukan
laki-laki itu. Lalu beliau bersabda, “Mengapa engkau tidak asah pisaumu
sebelumnya. Apakah kamu hendak mematikannya dua kali?”
Dengan ulasan diatas, maka kita
bisa mengetahui jika memelihara kucing bukanlah perbuatan yang tidak ada
artinya, akan tetapi akan memberikan banyak pelajaran seperti layaknya ladang
bersedekah dan ditambahkan rezeki dan juga sunnahnya Nabi serta Sahabat.
Article originally taken from: https://dalamislam.com/akhlaq/pahala-memelihara-kucing

Komentar
Posting Komentar